3 December 2019

Masyarakat Sebut Investor Undang di Sarjo Lakukan Tindakan Rekayasa


Sarjo, Berita Matra –Belum diterimanya hasil kerjasama oleh pemilik tambak udang vaname dari pihak investor asing di Desa Sarjo Kecamatan Sarjo, memang menimbulkan tanda tanya karena tidak berbanding lurus dengan promosi capaian hasil yang didapatkan selama ini.

Pengakuan tak terima hasil, pertama kali disampaikan oleh salah seorang pemilik tambak udang vaname di Sarjo, bernama Damise, atau yang pamiliar dipanggil pak Ambo, yang mengaku bahwa selama ini pihak investor tidak pernah memberikan 20 persen dari hasil didapatkan.

Salah seorang tokoh masyarakat Sarjo, Farham Arsyad yang mendampingi pemilik tambak udang juga mengaku prihatin melihat kondisi pemilik tambak yang tak diberikan hasil sesuai kesepakatan kerjasama. 

Alumni Untad itu, menilai pihak investor harusnya bisa transparan seperti apa ivestasi oleh pihak investor dan investasi yang dibebankan masyarakat agar jelas dengan baik.

“Karena kalau sudah begini, kita miris melihat MoU ini. Artinya masyarakat sudah terikat perjanjian bahwa lahannya sudah diberikan ke investor untuk dikelolah,” ucapnya saat pertmuan di tambak udang Sarjo Selasa (3/12/2019).

Berdasarkan informasi ditrerima, Farham juga menilai pihak investor telah melakukan tindakan tidak rasional dan penuh rekayasa selama beroperasi di Sarjo, menyusul adanya pemberian nota-nota yang tidak masuk akal, seperti pembeli gula-gula, eskrim dan bedak.

“Semua dimasukkan dalam nota yang sama sekali tidah ada kaitannya dengan pengelolaan udang vaname. Saya rasa itu tidak rasional,” urainya.

Sementara Kepala Desa Sarjo, Suhardi yang hadir dilakosi mengaku, persoalan kerja sama antara pemilik tambak dengan investor ini juga tidak diketahui, karena tidak dilibatkan dalam persoalan saat MOU. Meski begitu, pihaknya sebagai pemerintah setempat tetap berharap persoalan ini bisa segerah selesai dengan kekeluargaan.

Pada pertemuan Selasa Siang kemarin, turut dihadiri pemilik tambak udang, investor, Kades Sarjo dan Kepolisian setempat serta masyarakat lainnya pun belum menemukan kejelaan. Pasalnya pihak investor Eliana belum mampu menjawab sehingga meminta untuk dijadwalkan pertemuan lanjutan.

No comments: